Kadang-kadang pekerjaan yang ssangat menyebalkan dengan lingkungan kantor yang tidak memndukung bisa membuatmu merasa tak tahan. Kamu mungkin jadi berfantasi keluar kerja dengan heboh, dengan tegas meneriakkan pikiranmu tentang betapa buruknya budaya kerja di kantor itu, betapa tak berperasaannya atasanmu, dan betapa munafiknya teman-teman sekantormu. Tapi memutuskan tali silaturahmi seperti ini bukan cara terbaik untuk mengakhiri masa kerjamu. Lagipula, siapa tahu, kamu mungkin akan kembali bertemu dengan orang-orang tersebut lagi suatu hari di masa depan.

Jadi bagaimana caranya untuk tetap menjaga tali silaturahmi dengan teman-teman sekantormu dan memanfaatkannya menjadi kesempatan untuk membangun karir di masa depan?

Berikan pemberitahuan yang baik

Jika memungkinkan, berikanlah waktu yang cukup pada manager-mu sebelum kamu keluar. Biasanya, perusahaan punya syarat untuk menginformasikan setidaknya sebulan sebelum kamu keluar. Bergantung pada peran dan tanggungjawabmu, semakin lama waktu yang kamu berikan, semakin baik proses transisinya nanti dan semakin ringan tugas atasan dan teman-temanmu. Beritahukan kepada manajermu secara empat mata, sebelum menyerahkan surat pengunduran diri formal. Selain itu, diskusikan juga dengannya apa yang harus kamu katakan pada penghuni kantor yang lain, apakah kamu harus memberitahu timmu nanti, atau sekarang. Dan mekanisme transisi yang harus kamu lakukan.

Dengan menjaga mulusnya transisi perusahaan ini, kamu akan membuat silaturahmi dengan atasanmu menjadi tetap baik.

Tetap profesional

Mulailah dengan ucapan terima kasih, bicarakan tentang pengalaman-pengalaman positif dan kemampuan yang kamu dapatkan dari pekerjaan dan perusahan tersebut. Ketika membicarakan tentang kepergianmu, fokuslah pada kesempatan di perusahaan atau posisis barumu itu, dan bukannya tantangan atau pribadi yang membuatmu ingin keluar dari tempat kerjamu sekarang. Silaturahmi yang kamu lakukan tak akan terbina jika kamu mengakhiri masa kerjamu dengan bicara hal-hal buruk. Jauhi gosip, negtivitas, dan drama lain.

Tetap lakukan tanggungjawabmu

Beberapa pegawai yang telah menyerahkan surat pengunduran diri merasa bahwa ia kini telah bisa bertindak seperti telah meninggalkan pekerjaan. Padahal, kamu masih tercatat sebagai karyawan sampai tanggalmu keluar. Walaupun sudah ada staf baru, lakukan segala yang kamu bisa untuk mendukung proses transisi ini. Kamu harus meninggalkan pekerjaan ini dengan catatan positif, jadi lakukan semaksimal mungkin. Silaturahmi tidak akan terjalin jika kamu malah menunjukkan kualitas buruk di akhir.

Berterimakasihlah pada orang-orang di kantormu

Lakukan hal-hal untuk menunjukkan rasa terima kasih pada orang-orang di tempatmu kerja. Ajak teman-teman kantormu jalan-jalan bersama, atau makan malam, atau ajak mereka ngopi satu-satu, terutama rekan sejawat dan mentomu yang telah membantumu dalam pekerjaanmu dan membuatmu terus termotivasi. Ini akan membuat silaturahmi terus berjalan walaupun kamu sudah keluar kerja karena semua mengenangmu sebagai individu yang positif.

Terus berhubungan

Segera setelah kamu berhenti, biasanya kamu masih akan rajin bertukar pesan. Tetapi, lama-lama ini bisa berubah. Selalu ingat bahwa menajga silaturahmi akan berguna di masa depan. Kolega, manajer, dan klienmu adalah orang-orang yang pernah berdampak dalam kehidupan karirmu, suatu hari mungkin kamu akan bekerja bersama mereka lagi, jadi jagalah jaringan profesionalmu ini.

Baca juga Cari Kerja dan Ga Kunjung Dapat Bisa Bikin Kamu Putus Asa, Kamu Harus Tetap Positif dan Jangan Menyerah!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

15 Tips Bermanfaat untuk Pengembangan Kepribadian pada Anak

Perkembangan kepribadian pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor