Mengingat bahwa kita mewarisi DNA langsung dari orang tua kita, tentu saja terdapat kemungkinan yang besar bahwa kita mewarisi beberapa ciri khas dari orang tua kita, baik itu bentuk tubuh atau wajah kita. 

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menemukan seorang anak yang benar-benar tidak mirip dengan orang tuanya. Atau mungkin kamu melihat bahwa teman kamu dan saudara kandungnya sama sekali tidak mirip. 

Pernahkah kamu memikirkan kira-kira mengapa ada anggota keluarga yang sama sekali tidak mirip dengan orang tua atau saudara kandungnya? 

Simak daftar berikut untuk mengetahui jawabannya. 

  1. Faktor non-genetik

Sudah menjadi fakta umum bahwa genetika menentukan penampilan kita. Tetapi sebelum kita melihat bagaimana hal itu terjadi, mari kita pertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan seorang anak terlihat berbeda dari orang tua atau saudara kandungnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan penampilan ini adalah pola makan ibu selama hamil. Misalnya, jika ibu hamil menjalani pola makan tidak sehat dan  terlalu banyak mengonsumsi junk food, hal ini dapat menyebabkan anak menjadi gemuk. 

Faktor penyebab lainnya adalah faktor eksternal. Misalnya, jika ibu menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari, masuk akal jika kulit ibu akan lebih gelap, rambut lebih terang, atau kulit wajah mendapatkan bintik-bintik.

  1. Rambut bayi berbeda dari orang tua

Kita semua memiliki sejumlah gen yang menentukan warna, struktur, dan berbagai faktor lain yang terkait dengan rambut. Gen yang menentukan warna rambut kamu, mengontrol melanosit, yaitu sel penghasil melanin. Jadi, campuran gen akan menentukan warna dan struktur rambut bayi kamu, yang bisa berubah menjadi seperti salah satu warna rambut orang tua atau mungkin di antara keduanya.

Selain itu, jika rambut anak sama sekali tidak mirip dengan orang tua, jangan khawatir. Karena, itu dapat berubah seiring berjalannya waktu karena hormon dan faktor lainnya. Coba kamu perhatikan foto masa kecil kamu, mungkin kamu akan menemukan jawabannya di sana.

  1. Potensi pertumbuhan juga ditentukan

Para ilmuwan percaya bahwa 80% DNA yang diwarisi dari orang tua dapat menentukan tinggi badan seseorang. Mutasi genetik dan faktor lingkungan seperti gizi di masa kanak-kanak, penyakit, dan lainnya, dapat berpengaruh sekitar 20%. 

Namun, ternyata kamu dapat secara kasar menghitung tinggi badan anak kamu di masa dewasa menggunakan rumus berikut :

Jumlahkan tinggi badan ibu dan ayah, tambahkan 13 cm untuk anak laki-laki, atau kurangi angka yang sama untuk anak perempuan. Selanjutnya, bagi dua jumlah tersebut. Hasil akhir dari perhitungan ini dapat menjadi prediksi tinggi badan anak. 

  1. Warna mata berbeda di antara anggota keluarga 

Di masa lalu, orang percaya bahwa warna mata ditentukan oleh satu gen, jadi jika salah satu orang tua memiliki mata biru dan yang lain bermata cokelat, bayi akan memiliki mata cokelat. Namun, kenyataannya fakta tentang warna mata lebih rumit, dan banyak gen bertanggung jawab atas aspek ini. 

Meskipun jarang, tapi seorang ayah dan seorang ibu yang bermata biru dapat memiliki bayi dengan mata coklat dan begitu pula sebaliknya. 

Penting juga untuk diingat bahwa kamu tidak akan dapat melihat warna mata bayi yang baru lahir. Pasalnya,dalam banyak kasus, warna mata asli seseorang tidak muncul sampai sekitar satu tahun setelah lahir. 

Bcaa Juga :

Terapkan Cara Ini. Pakai Maskara Tapi Hasilnya Mirip Estension.

Tidak Mau Kan Rambut Kamu Kering Sehingga Mirip Ekor Kuda? Cobain Deh Masker Dari Pisang dan Lemon Ini!

Cinta Sejati atau Bukan Ya? Ini Tandanya Biarpun Dia Mirip Cinta Sungguhan, Tetapi Bukan Soulmatemu

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

15 Tips Bermanfaat untuk Pengembangan Kepribadian pada Anak

Perkembangan kepribadian pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor