Kamu pasti bertanya-tanya tentang pernikahan di alam bawah sadar kamu. Hal tentang pernikahan dan pendapatnya berbeda dari orang ke orang. Beberapa orang menganggap pernikahan sebagai tindakan konjugasi yang indah antara dua manusia dan beberapa menganggapnya sebagai tindakan yang indah dari dua keluarga yang terikat juga.
Ada beberapa orang yang berpikir pernikahan adalah tentang mengenal satu sama lain dan berbagi kerentanan serta kebahagiaan dua jiwa. Tapi, ada juga yang menganggap pernikahan adalah tragedi. Tetapi itu semua tergantung pada pikiran kamu dan cara berpikir kamu. Mengapa? Pernikahan bisa menjadi baik, tetapi itu bisa menjadi lebih buruk juga. Jika seseorang pesimis, dia mungkin tidak benar-benar menikah dengan keinginannya sendiri. Dia akan merasa, menikah adalah sebuah tragedi.
Pada generasi sekarang, pernikahan telah menjadi permainan barter. Mengapa? Dua orang menikah dan pada akhirnya mengakhirinya karena banyak masalah. Dan sekarang mari kita bicara tentang masalah-masalah yang menunjukkan bahwa pernikahan adalah tragedi
-
Masalah Kompatibilitas
Sebagian besar pasangan saat ini bekerja. Pernikahan menjadi liabilitas bagi kebebasan mereka. Mereka mencoba untuk mengatasi skenario pernikahan dan pada akhirnya setelah ketidakpuasan yang berkepanjangan, mereka mengundurkan diri. Ini adalah salah satu alasan besar untuk peningkatan tingkat perceraian.
Sebagian besar orang lebih memilih untuk tetap lajang dan mandiri daripada masuk ke pernikahan. Mereka tidak senang dengan hal-hal yang biasanya terjadi. Pernikahan adalah tentang penyesuaian tetapi apakah kita melihat hal itu sering pada pasangan generasi ke-21? Tidak. Kami memiliki hak istimewa untuk menjadi lajang.
Masalah kompatibilitas adalah satu masalah besar yang dibicarakan oleh sebagian besar konselor hubungan. Sebagian besar pasangan tidak bahagia di suatu tempat atau yang lain setelah menikah. Da tingkat penyesuaian pasangan setelah pernikahan menurun.
-
Pola Pikir yang berbeda
Ini adalah alasan lain untuk banyak pernikahan yang menyakitkan. Para pasangan memiliki pola pikir yang berbeda dan mereka tidak berkompromi. Argumennya panjang dan pada akhirnya, ini adalah tragedi untuk melihat pasangan bertarung setiap hari atas konflik-konflik ini. Pernikahan menjadi sebuah tragedi ketika faktor penyesuaian atau faktor kompromi dihapus.
-
Situasi Kehidupan Traumatis
Kadang-kadang dalam kehidupan pernikahan, situasi traumatis muncul dan mengatasi situasi ini menjadi sulit. Ketika pasangan, tidak menangani trauma ini dengan benar, menjadi sulit untuk menjaga sebuah pernikahan. Salah satu pasangan jika sudah kehilangan kesabaran, maka dia akan memutuskan untuk mundur. Inilah yang membuat pernikahan adalah sebuah tragedi.
Pendapat tentang pernikahan masing-masing orang memang berbeda. Tetapi yang harus selalu kamu ingat adalah, kamu harus menghindari beberapa hal ini dalam pernikahan, karena hal ini akan menyebabkan pernikahan kamu berada dalam masalah. Jadi, buatlah pernikahan kamu sebagai kehidupan yang menyenangkan.
Baca juga Ini Nih Masalah Hubungan Cinta yang Nggak Akan Muncul Sampai Kamu Nikah dan Tinggal Bersama
Facebook Comments