Tetap berpuasa selama proses kehamilan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu sebaiknya Anda benar-benar berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah aman bagi Anda untuk tetap berpuasa, sebab tentu kondisi kehamilan setiap orang akan berbeda.
Mengenali Efek Samping Berpuasa Selama Proses Kehamilan
Berpuasa selama hamil sebenarnya dapat memberikan dampak positif karena dapat membantu terjadinya pembakaran kalori berlebh pada tubuh, sehingga penambahan berat badan dapat dicegah. Berdasarkan sebuah peneltiian yang dilakukan di iran, perempuan yang berpuasa selama hamil memiliki resiko lebih rendah terkena diabetes dibandingkan wanita yang tidak berpuasa.
Namun, ahli lains etuju bahwa berpuasa saat hamil juga memiliki resiko tersendiri, bahkan bisa saja memberikan dampak negative. Hal ini terjadi akrena umumnya wanita hamil membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan biasanya, sehingga tetnu akan berat jika berpuasa. Berpuasa saat hamil bahkan beresiko menyebabkan kelahiran dengan berat badan rendah dan bayi lahir secara prematur.
Tidak ada penelitian pasti yang menyebutkan bahwa wanita hamil tidak boleh berpuasa atau boleh berpuasa, sehingga Anda bisa membuat keputusan sendiri setelah berkonsultasi dengan dokter tentunya.
Kiat Berpuasa dengan Aman Selama Kehamilan
Jika Anda memutuskan untuk tetap berpuasa selama hamil, tentu Anda harus mempertimbangkanbeberapa hal agar proses kehamilan dan ibadah dapat berjalan bersamaan dan lancar.
- Konsumsi Makan Sahur
Banyak orang berpuasa yang memilih untuk melewatkan makan sahur agar bisa istirahat lebih lama. Sayangnya hal inis ebaiknya dihindari, karenamelewatkan makans ahur dapat bereiko membuat Anda lesu sepanjang hari.
Makanan yang Anda konsumsi saat sahur adalah sumber energi yang akan digunakan seharian. Sehingga pilihlah menu makan sahur yang bergizi dan sehat agar tubuh tetap ternutrisi hingga tiba waktu berbuka.
- Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Salah satu masalah serius yang seringkali terjadi saat kehamilan adalah terjadinya dehidrasi. Tubuh pada umumnya membutuhkana supan air lebih banyak selama kehamilan. Air ini berguna untuk membentuk plasenta untuk memberikan nutrisi pada bayi yang sedang tumbuh. Kurangnya air beresiko menyebabkan rendahnya cairan ketuban, rendahnya produksi ASI hingga beresio menyebabkan bayi lahir prematur.
Dehidrasi umumnya ditandai dengan keringnya area mulut, pusing, hingga kuningnya urin, sehingga penuhi cairan dengan banyak konsumsi air saar sahur dan berbuka.
- Konsumsi Makanan Seimbang
Sangat penting untuk menyeimbangkan pola makan untuk memastikan Anda dan bayi mendapat nutrisi dalam jumlah cukup. Pastikan Anda sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang seperti karbohidrat, vitamin, dan serat.
Konsumsi makanan seperti nasi merah dan roti gandum atau pasta untuk emndapatkan asupan karbohidrat kompleks agar tubuh dapat kenyang lebih lama. Imbangi dengan konsumsi protein rendah lemak seperti kacang-kacangan.
- Mengontrol Porsi Makan
Walaupun tubuh membutuhkan nutrisi lebih banyak, bukan berarti Anda harus mengkonsumsi makanan dalam porsi banyak. Makan dalam porsi berlebih justru beresiko menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan bahkan penambahan berat badan jika makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gula dan garam berlebih. Konsumsi makanan dengan porsi cukup sebanyak yang Anda butuhkan.
- Tetap Bergerak Aktif
Umumnya bulan Ramadhan kerapkali dijadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatan berat seperti berolahraga. Padahal selama Ramadhan ini justru dibutuhkan tubuh yang sehat dan bugar. Salah satu menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar adalah dengan meberolahraga. Tidak harus latihan berat, lakukans aja olahraga ringans eperti yoha, bejalan kai, pilates, dan sebagainya.
Tetap aktif selama hamil juga mencegah risiko terjadinya sakit punggung, sembelit, dan penambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan. Pastikan untuk tidak terlalu memaksakan diri saat berolahraga selama hamil, meskipun Anda sudah sering berolahraga di luar kehamilan. Tanda-tanda bahwa Anda harus berhenti berolahraga meliputi nyeri betis, sakit kepala, hingga kontraksi rahim yang menyakitkan secara teratur.
Baca Juga :
Agar Terlihat Segar Selama Puasa
Facebook Comments