Bagi umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditungu karena di bulan ini penuh dengan ampunan dari Allah. Selain dibukanya pintu ampunan selebar-lebarnya, pahala juga akan dilipatgandakan. Inilah yang membuat  bulan Ramadhan juga dijadikan sarana untuk refleksi diri mulai dari bertaubat dan memohon ampunan atas kesalahan-kesalahan kita dan beribadah serta berbuat kebaikan sebanyak mungkin agar mendapatkan pahala berlipat ganda.

Di bulan Ramadhan umat Islam juga diwajibkan untuk menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari (puasa). Inilah yang membuat bulan Ramadhan juga menjadi bulan yang penuh dengan tantangan, karena berpuasa ini harus dilakukan 30 hari.

Sebenarnya ibadah puasa ini tidak wajib dilakukan bagi semua, karena ada beberapa orang yang mendapat keringanan dan diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seperti seseorang yang sakit, lanjut usia, hingga ibu hamil. 

Sebenarnya selama mampu, seseorang bisa saja tetap berpuasa, karena Islam sendiri memberi keringanan bagi seseorang yang memang tidak mampu untuk berpuasa dengan menggantinya di lain hari atau membayar fidyah (memberi makan orang yang berpuasa sejumlah hari yang ditinggalkan).

Berpuasa Ramadhan Saat Hamil

Puasa adalah satu dari 5 rukun Islam yang wajib untuk dijalankan. JIka mampu dilakukan selama hamil, maka tidak apa jika wanita hamil ingin berpuasa. Tapi, sebaiknya jika Anda tengah hamil cobalah berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda. 

Jika memang Anda berada dalam kondisi fisik yang baik dan yakin akan kondisi kesehatannya untuk berpuasa tanpa khawatir ada masalah kesehatan untuknya maupun bayi yang dikandungnya, maka tidak masalah jika Anda tetap ingin berpuasa. Namun, sebaliknya jika ada kekhawatiran mengenai kesehatan ibu hamil itu sendiri dan bayi yang dikandungnya, maka sebaiknya ibu hamil menunda berpuasa dahulu. 

Islam merupakan agama yang sangat toleransi dan memberikan keringanan bagi umatnya. Jika memang Anda tidak bisa untuk berpuasa karena alasan tertentu, maka Anda bisa berpuasa di lain hari sejumlah ahri yang Anda tinggalkan (Qadha Puasa). Selain menggantinya di lain hari, seseorang yang tidak berpuasa juga dapat membayar fidyah. Membayar fidyah dilakukan dengan memberikan makan bagi orang yang membutuhkan.

Haruskah Wanita Hamil Berpuasa Selama Ramadan?

Bagaimanapun kesehatan Ibu dan bayi menjadi salahs atu prioritas utama, sehingga banyak ulama sepakat bahwa tidak masalah bagi Ibu hamil untuk tidak berpuasa. Walaupun begitu, banyak Ibu hamil yang memilih untuk tetap berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Bahkan sebuah survey dilakukan terhadap wanita Muslim yang sedang hamil di Singapura. Hasilnya  87% wanita hamil di Singapura memilih untuk tetap berpuasa setidaknya sekali dalam 30 hari, sedangkan 33% nya memilih untuk berpuasa penuh selama 30 hari karena tidak merasakan ada nya hambatan selama berpuasa di tengah kehamilan yang sedang dijalani.

Pada akhirnya keputusan untuk berpuasa atau tidak harus mempertimbangkan resikonya. Selain itu pertimbangkan juga kondisi kesehatan Anda. Jika memang meninbulkan resiko, sebaiknya tunda dahulu niat Anda untuk berpuasa.

Ada baiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk ikut berpuasa. Dokter akan memberikan banyak saran untuk Anda nantinya. Jika memang diperlukan dokter bisa juga meresepkan vitamin untuk membantu menjaga kehamilan Anda saat berpuasa.  

Apakah ada efek samping yang akan dirasakan oleh ibu hamil selama berpuasa? Yuk kita lanjutkan membaca ke bagian ke dua.

Baca Juga:

Hukum Menyikat Gigi Saat Berpuasa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Efektif Berhenti Merokok Bagi Yang Sudah Sangat Kecanduan

Sudah bukan rahasia lagi jika rokok memberikan dampak