Masyarakat memiliki banyak stereotip dan prasangka tentang hubungan asmara. Tekanan di masyarakat bisa membuat orang merasa tertekan dalam hubungan asmara. Misalnya, orang jadi ragu untuk putus hubungan hanya karena takut mendapat label yang tidak baik di masyarakat. Atau orang menjadi terpaksa berhubungan asmara karena takut dicap jomblo atau tidak laku, oleh masyarakat. Banyak orang merasa bersalah atau merasa tidak normal jika melajang.
Perasaan tertekan akibat stereotip masyarakat, banyak membuat orang menderita karena tidak hidup atas keinginan diri sendiri. Ingat, kamu tidak akan kesepian hanya karena kamu memutuskan untuk melajang dan hidup sendirian.
Berada dalam hubungan yang berpusat pada komitmen pada diri sendiri, justru memiliki berbagai manfaat yang sebenarnya lebih baik daripada ketika sedang menjalin hubungan asmara.
Berikut beberapa alasan mengapa melajang bukanlah masalah, bahkan lebih baik dari menjalin hubungan asmara:
- Kamu tidak perlu merasa bersalah karena melajang
Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menilai pria dan wanita yang lajang dengan cara yang lebih negatif daripada menilai mereka yang sudah memiliki pasangan. Banyak orang lajang yang hingga kini masih menghadapi berbagai jenis diskriminasi.
Padahal, saat seseorang bertanya kepadamu tentang mengapa kamu melajang, atau kapan kamu akan menemukan jodoh, atau kapan kamu akan menikah, hal tersebut sudah melanggar privasi kamu.
Pilihan hidup untuk melajang atau berpasangan, adalah hak mutlak kamu sebagai seseorang individu.
- Melajang membuat kamu belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu

Tidak peduli seberapa keras kamu berusaha, jika kamu tidak mencintai diri kamu sendiri, kamu pun tidak dapat membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Bagaimana kamu bisa mencintai orang lain ketika kamu tidak tahu cara mencintai diri sendiri?
Menyayangi diri sendiri berarti kamu baik hati dan peduli terhadap diri sendiri. Sebaliknya, orang yang sedang berkonflik dengan dirinya sendiri cenderung lebih mengontrol, mendominasi, dan menghakimi.
- Kamu bisa lebih berkembang sebagai seorang individu
Coba pikirkan tentang berapa banyak waktu yang dimiliki seseorang saat mereka melajang. Kamu pun dapat memanfaatkan waktu untuk mencoba berbagai hobi, mencapai impian terliar kamu, atau mengejar karier yang kamu inginkan, tanpa beban pasangan atau anak-anak.
Menariknya, seorang wanita lajang memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar untuk memiliki rumah daripada pria lajang.
- Seorang jomblo sebenarnya memiliki hubungan yang kuat dengan orang sekitar
Ada stereotip bahwa seseorang yang lajang cenderung menderita karena kesepian, tetapi stereotip ini terbukti salah. Fakta, saat kamu tidak menjalin hubungan asmara dengan siapa pun, kamu justru memiliki ikatan hubungan yang kuat dengan teman-teman dan keluarga.
Orang lajang lebih cenderung sering bersosialisasi, dan lebih sering menawarkan serta menerima bantuan dari keluarga dan teman-temannya.
- Mengejar cinta bisa membuat hidup kamu sengsara
Dorongan untuk segera menemukan jodoh dan menikah, bisa membuat kamu menderita. Bahkan, jika kamu asal-asalan memilih teman hidup hanya karena tuntutan masyarakat, hidup kamu akan menjadi semakin sulit. Jangan takut untuk membuat keputusan berdasarkan keinginan kamu sendiri.
- Saat lajang, kamu akan lebih sehat dan bugar
Fakta menunjukkan, orang yang lajang cenderung lebih sehat daripada orang yang sedang menjalin hubungan. Penelitian menunjukkan, orang yang lebih cenderung memiliki indeks BMI yang lebih sehat. Hasil ini mengarah pada risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dan lebih sedikit kondisi kronis.
Baca Juga :
8 Hal Menyenangkan yang Dapat Dilakukan Single Saat Hari Valentine
Panduan Utama untuk Kamu yang Single di Hari Valentine
Facebook Comments