Tidak ada yang pernah tahu kapan kamu akan menjalani LDR atau long distance relationship, tetapi, kamu mungkin suatu saat akan harus menghadapi hubungan jarak jauh ini. Bisa jadi kamu keluar kota untuk liburan dan jatuh hati dengan cowok yang tinggal di sana, atau kamu pacaran dengan seorang cowok yang dipindahtugaskan ke luar kota, atau bahkan kamu bertemu dengan seseorang yang sangat menarik via situs kencan. Idealnya, memang LDR sebaiknya tidak pernah terjadi bagi banyak orang, karena ini bisa jadi sangat merepotkan dan penuh tantangan. Tapi, jika kamu memang akhirnya harus menjalani LDR pertama dalam sepanjang sejarah kehidupan asmaramu, maka kamu perlu melakukannya dengan benar agar kamu dan dia tidak mengacaukan hubungan tersebut.
Ini hal-hal yang harus kamu perhatikan saat melakukan LDR pertama dengan pasangan, agar meskipun susah, hubunganmu bisa melampaui tantangan dan kalian bisa bertahan.
Sepakat pada ekspektasi
Miskomunikasi dengan pasanganmu adalah hal yang sangat buruk. Apalagi jika kamu dan dia terpisah jarak dan tidak bisa dengan mudah bercakap-cakap tatap muka untuk menyelesaikan masalah. Maka salah paham bisa jadi jauh lebih besar. Karena itu, sebelum kamu melakukan LDR pertama, ajak pasanganmu mengobrol dan mendiskusikan apa ekspektasimu terhadap satu sama lain ketika kalian terpisah. Putuskan aturan dari hubungan tersebut sebaik-baiknya. Pertanyaan dan percakapan yang terjadi mungkin tida akan mudah, tetapi sangat penting agar tidak terbutakan asumsi dan kesalahpakaman. Ini juga penting untuk membangun kepecayaan.
Konsisten, terutama dalam komunikasi
Kamu pasti tahu bahwa komunikasi adalah hal yang sangat vital dalam sebuah hubungan, terutama hubungan LDR pertama. Kunci lainnya adalah menjaga konsistensi dari peercakapanmu. Carilah waktu dimana kalian sama-sama bisa saling mengobrol tanpa mengabaikan jadwal masing-masing. Misalnya, mengobrol sebelum tidur agar percakapannya jadi tidak terburu-buru. Selain itu, coba ganti-gantilah metode komunikasi seperti melalui pesan teks, mengobrol lewat telepon, FaceTime, voice note, Snapchat, dan lain-lain. Berkomitmenlah untuk saling kontakan dan membuatnya jadi menyenangkan agar tidak terasa seperti sebuah tugas. Jika kamu merasa ini seperti tanggung jawab atau kewajiban bukannya sesuatu yang kamu sukai, maka ada yang salah.
Jaga jarak
Meskipun kamu pada dasarnya sudah harus berhadapan dengan jarak pada LDR pertama itu, bukan artinya kamu perlu berkomunikasi 24/7. Lagipula, kamu ingin agar ada keseimbangan yang sehat dalam berkomunikasi. Kamu pasti tidak mau burnout karena bicara terlalu banyak. Jadi, meskipun kamu dan dia terpisah jarak, kamu tak boleh berkomunikasi tanpa henti karena ini malah bikin jadi beban dan bosan. Tak mengapa merindukan pasanganmu. Jika tidak, kamu dan dia malah bisa-bisa merasa kelabakan. Cinta juga butuh jeda.
Facebook Comments