Menggoreng adalah sebuah teknik memasak yang sangat umum dan dipraktekkan di seluruh dunia. Teknik ini biasanya digunakan oleh restoran-restoran dan fast food chain sebagai sebuah cara yang cepat dan tidak mahal untuk mempersiapkan makanan. Makanan gorengan yang terkenal, termasuk ikan, French fries, ayam, dan tahu atau tempe begitu disukai banyak orang. Kebanyakan orang suka rasanya gorengan. Padahal, makanan-makanan ini cenderung tinggi kalori dan lemak trans. Apa saja alsan makanan gorengan ini sebaiknya kita batasi?

Makanan gorengan kebanyakan kalori

Dibandingkan dengan metode memasak lainnya, menggoreng masakan menambah banyak sekali kalori. Pertama-tama, makanan gorengan umumnya dilumuri terigu atau adonan lain sebelum digoreng. Selain itu, ketika makanan digoreng dengan minyak, biasanya airnya juga menghilang dan malah lemak yang terserap, yang semakin meningkatkan kandungan kalorinya. Jadi, makanan yang sama yang digoreng hampir selalu memiliki kandungan kalori yang lebih besar dibandingkan dengan makanan yang tdak digoreng. Misalnya, kentang yang dioven mengandung sekitar 93 kalori tiap 100 gram sajinya, sedangkan jumlah yang sama namun digoreng dalam bentuk French fries mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak. Karena itu, jika kamu sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, maka kamu wajib mengurangi kalori dengan memangkas makanan gorengan.

Makanan gorengan biasanya tinggi lemak trans

Lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh menjalani proses yang diberi nama hhidrogenas. Produsen makanan sering menghidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hydrogen untuk meningkatkan masa berlaku dan stabilitas makanan. Namun, hidrogenasi juga terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi pada waktu memasak. Proses ini mengubah struktur kimiawi makanan, membuatnya sulit untuk dicerna tubuhmu, yang pada akhirnya bisa membawa berbagai dampak kesehatan yang buruk. Bahkan, lemak trans sering diasosiasikan dengan meningkatnya resiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas.

Karena makanan gorengan selalu dimasak pada minyak bersuju sangat tinggi, biasanya makanan ini mengandung lemak trans. Selain itu, makanan gorengan biasanya dimasak pada minyak sayur terproses yang bisa mengandunng lemak trans sejak sebelum dipanaskan.

Makanan gorengan bisa meningkatkan resiko terserang penyakit

Karena prosesnya yang membuat kandungan jahat pada makanan menjadi meningkat, tak heran mengkonsumsi makanan gorengan terlalu sering akan bisa meningkatkan resiko terserng penyakit. Beberapa studi pada orang dewasa menemukan kaitan antara makanan gorengan dengan resiko penyakit-penakit kronis seperti diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung serta tekanan darah tinggi yang diakibatkan meningkatnya kolesterol jahat dalam darah.

Jadi, sebaiknya sejak sekarang, kurangilah konsumsi makanan gorengan dan beralihlah ke opsi yang lebih sehat, karena ini bukan hanya demi lingkar pinggang, melainkan kesehatanmu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Hal Yang Perlu Diperhatikan Lansia Saat Berpuasa Ramadhan Agar Tidak Membahayakan (Bagian II)-end

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu dengan