Psikolog mengatakan, sudah menjadi sifat alamiah bagi kita untuk berpikir dan peduli dengan kebutuhan diri sendiri terlebih dahulu. Namun, insting ini justru mengembangkan reputasi buruk dan menjadi sumber emosi negatif. Coba kamu perhatikan, apa yang kamu rasakan ketika seseorang menyebut kamu egois? Tentu perasaan negatif yang akan muncul, kan?

Padahal, mengutamakan diri sendiri daripada orang lain adalah sesuatu yang perlu dilakukan. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika melakukan hal-hal seperti berikut ini:

  1. Tidak selalu mengikuti aturan “hormati yang lebih tua”

Sejak dini, kita terbiasa mengandalkan orang yang lebih tua untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman hidup. Sekarang, dengan kemajuan teknologi yang pesat, generasi muda cenderung lebih berpendidikan dan tahu banyak hal daripada orang tua.  

  1. Menikmati waktu sendiri

Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan memperhatikan kebutuhan diri sendiri adalah bagian yang sangat penting. Orang-orang yang mengganggu “me time” kamu mungkin berbeda prinsip denganmu. Bisa jadi mereka tidak mampu menikmati waktu dengan diri mereka sendiri, atau mereka merasa bosan jika sendirian lalu mencari teman untuk hang out.

  1. Membuat keputusan yang berbeda dari orang lain

Jika kamu punya cara hidup sendiri yang berbeda dari keyakinan mayoritas orang, itu bukan masalah. Entah itu kamu tidak ingin menikah, atau kamu ingin hidup jauh dari kampung halaman, ingin kerja di luar negeri, atau apa pun. Semua yang terjadi di dalam hidup ini adalah pilihan kamu. Jika kamu memaksakan prinsip dan pilihan hidupmu pada orang lain, nah itu baru keliru. Tapi jika kamu memutuskan sesuatu untuk diri sendiri, itu adalah hal baik. 

  1. Tidak ingin memiliki anak

Banyak dari kita tumbuh dewasa dengan pemikiran bahwa memiliki anak adalah kewajiban bagi manusia dan hidup tidak akan lengkap tanpa anak. Sampai sekarang pun mayoritas orang masih berpikir demikian. 

Memang, melahirkan anak dan membesarkannya adalah pengalaman yang luar biasa. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan sukarela, dengan sepenuh hati, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak mana pun. Itulah mengapa, tidak masalah jika kamu memutuskan untuk tidak memiliki anak, daripada kamu terpaksa memiliki anak dan menjadi tidak menikmati hidup. Apalagi jika kamu malah menjadi orang tua yang buruk bagi anak kamu.

Mereka yang memutuskan untuk tidak memiliki anak, sebenarnya adalah orang yang memiliki kesadaran tinggi. Mereka mampu mengabaikan semua tekanan dari orang lain untuk hidup dengan caranya sendiri. Mereka tahu betul apa yang mereka inginkan dalam kehidupan ini.

  1. Tidak segera membalas pesan

Meskipun mungkin egois untuk mengabaikan orang-orang yang mengandalkan kamu, tapi tidak egois untuk menetapkan prioritas kamu. Jika kamu menerima pesan atau panggilan saat sedang beraktivitas, entah itu bekerja, memasak, bersih-bersih rumah, dan lainnya, tidak masalah untuk menyelesaikan tugas kamu terlebih dahulu, baru menanggapi pesan atau panggilan. mengatur tugas kamu sebelum menjawab panggilan. 

  1. Memutuskan untuk bercerai dari pasangan toxic

Orang-orang yang ingin bercerai, terkadang mengurungkan niatnya karena berpikir bahwa mereka harus tetap hidup bersama demi anak-anak mereka. Mereka yakin bahwa anak akan lebih baik hidup dalam keluarga yang rapuh daripada harus menerima kenyataan bahwa ayah dan ibunya bercerai.

Padahal, menurut psikolog, anak-anak cenderung meniru model hubungan orang tua mereka ketika mereka tumbuh dewasa. Jika suatu ketika dia harus bertemu pasangan toxic, mungkin dia akan ragu meninggalkan pasangannya karena mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.

Nah, jika kamu berani mengambil keputusan untuk bercerai dari pasangan toxic dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia, anak kamu pun akan cenderung meniru keputusan berani tersebut dan di masa depan dia akan mampu memutuskan hal yang terbaik baginya.

Baca Juga :

6 Alasan Mengapa Memprioritaskan Diri Sendiri Bukan Hal Egois

Bagaimana Caranya Kembali Mencintai Tanpa Rasa Takut, Setelah Hatimu Dipatahkan Oleh Cowok Egois yang Narsistik

Kalau Kamu Adalah Seseorang Yang Impulsif, Ternyata Kamu Lebih Tidak Egois Dalam Pacaran

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Efektif Berhenti Merokok Bagi Yang Sudah Sangat Kecanduan

Sudah bukan rahasia lagi jika rokok memberikan dampak