Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu dengan penuh sukacita. Di bulan yang baik ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dari fajar hingga maghrib selama 30 hari penuh. Sebenarnya tidak harus semua berpuasa, karena ada beberapa kondisi yang memperbolehkan seseorang tidak berpuasa,. Salah satunya adalah lansia.
Bagi lansia, sebenarnya berpuasa juga memiliki dampat positif bagi tubuh seperti dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah. Selain itu berpuasa juga dapat menyeimbangkan hormon penyebab stress dan kesehatan mental lebih terjaga.
Setelah di bagian pertama kita membahas apa saja yang perlu diperhatikan, mari kita lanjutkan ke bagian ke dua.
Lansia Dengan Diabetes Harus Berhati-Hati Saat Berpuasa
Lansia dengan Riwayat diabetes juga harus berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa, karena penderiya diabetes sangat sensitif terhadap perubahan kadar air dan gula, terutama saat berpuasa. Mungkin saja diperlukan penyesuaian dosis, waktu konsumsi obat, hingga jenis obat saat berpuasa.
Penderita diabetes juga dianjurkan untuk selalu memantau kadar gula darahnya secara berkala baik dengan tes tusuk kulit atau glucometer (alat tes gula darah. Saat berpuasa, cek kadar gula darah Anda saat :
- Sebelum dan sesudah santap sahur,
- Sebelum dan sesudah berbuka puasa,
- Saat siang dan sore hari,
Selain itu pengecekan gula darah juga dapat dilakukan saat muncul rasa tidak nyaman pada tubuh. Bagi lansia dengan diabetes yang telah mendapatkan ijin dari dokter untuk berpuasa, dianjurkan untuk mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Penuhi asupan tubuh dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau pasta. Perbanyak sayuran, buah, dan hindari mengkonsumsi makanan manis.
Persiapan Perubahan Pola Tidur Dan Aktivitas Selama Ramadhan Bagi Lansia
Selama bulan Ramadhan, tentu pola tidur, pola makan, dan aktivitas kita akan banyak berubah. Bagi lansia, hal ini tentu tidak mudah. Mungkin saja mereka terjaga di malam hari saat tahajud atau tarawih. Lansia mungkin saja akan mengkonsumsi lebih banyak makanan saat malam hari, sehingga menyebabkan meningkatnya frekuensi ke toilet. Di toilet inilah mereka rentan sekali terjatuh karena buruknya keseimbangan, penglihatan, dan sebagainya.
Sebenarnya bagaimana menciptakan toilet yang aman bagi lansia saat malam hari? Untuk membuat toilet aman di malam hari, sebaiknya gunakan pencahayaan yang lebih baik dengan memasang lampu tidur, memasang pegangan di area toilet, hingga memastikan alat bantu jalan dan alat bantu lihatnya berada di area yang mudah dilihat dan dijangkau.
Makanan Yang Harus Dikonsumsi Lansia
Saat berpuasa, sangat penting untuk menjaga asupan nutrisi lansia. Nutrisi ini bisa dipenuhi saat sahur dan berbuka. Saat berbuka coba;ah mengkonsumsi air dan beberapa butir kuema sebagai sumber energi cepat untuk rehidrasi.
Konsumsi karbohidrat kompleks mulai dari biji-bijian untuh, sayur, dan buah. Konsumsi juga protein rendah lemak yang berkualitas baik. Batasi asupan lemak dan konsumsi gula dengan menghindari berkunjung ke pasar Ramadhan yang menawakan banyak jajanan takjil.
Pada dasarnya, lansia tetap dapat berpuasa selama melalui persiapan dan pemantauan yang memadai. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan jenis, dosis, dan waktu konsumsi obat. Lansia harus mendapat makanan sehat dan bergizi dengan kandungan karbohidrat kompleks, buah dan sayuran segar, serta menghindari minuman manis dan makanan manis.
Baca Juga :
Facebook Comments