Bulan Ramadhan adalah bulan baik yang ditunggu-tunggu seluruh umat Muslim. Di bulan inilah seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa, walaupun ada beberapa kondisi bagi orang-orang tertentu untuk tidak berpuasa, seperti sedang sakit, hamil, atau bepergian jauh.
Puasa menjadi salah satu dari 5 rukun Islam yang harus dijalankan. Puasa Ramadhan diyakini mendatangkan manfaat baik untuk tubuh, seperti membantu menurunkan berat badan, mengontrol tekanan darah, hingga membantu mengelola emosi dan mental secara bersamaan.
Walaupun begitu tidak semua orang dapat menjalankan ibadah puasa ini. Seperti yang telah isebutkan ada beberap kondisi yang memperbolehkan seseorang tidak menjalankan ibadah puasa ini, seperti hamil, sakit, bepergian, atau lansia.
Tidak ada batasan usia bagi seseorang untuk berpuasa. Selama sehat, orang dewasa dan lansia pun diperbolehkan untuk berpuasa. Namun, jika memang lansia tersebut menderita suatu penyakit dan tidak dianjurkan berpuasa karena dikhawatirkan membahayakan kesehatannya, maka bisa saja lansia tersebut tidak berpuasa.
Salah satu contohnya adalah lansia yang memiliki masalah dengan kadar gula daranya (diabetes). Harus dicek dahulu sejauh mana diabetesnya dapat memnegaruhi kesehatannya. Selain itu lansia dengan gangguan jantung dan ginjal juga tidak dianjurkan untuk berpuasa, akrena mereka beresiko mengalami dehidrasi saat berpuasa. Sebaiknya tanyakan dahulu pada dokter Anda.
Lansia Beresiko Terjatuh
Lansia juga beresiko untuk terjatuh. Saat terjatuh maka, resiko cedera bahkan kematian tidak dapat dihindari. Terlebih jika lansia tersebut pernah terjatuh, maka ia bisa beresiko terjatuh lagi, Puasa dapat menimbulkan efek tertentu pada lansia seperti lesu, lemah otot, hingga pusing yang meningkatkan resiko untuk terjatuh. Sebaiknya konsultasi dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Lansia Mungkin Saja Merasa Tertekan
Islam adalah agama yang sangat ramah dan mudah, sehingga Islam memberi kelonggaran bagi mereka yang memang sakit dan tidak mampu berpuasa. Jika hanya mampu berpuasa beberapa hari saja, maka orang tersebut dapat mengganti puasa yang ditinggalkannya di lain hari. Jika memang tidak mampu menggantinya, maka orang tersebut bisa membayar fidyah (memberi makan orang yang berpuasa).
Beberapa lansia mungkin saja terpengaruh secara psikologis karena takut berdosa. Berilah penegrtian bahwa mereka tetap bisa mendapatkan pahala di bulan puasa dengan melakukan perbuatan baik lainnya di bulan Ramadhan.
Lansia Mungkin Saja Mengalami “Hipotensi Postural”
Kondisi dehidrasi pada lansia beresiko menyebabkan terjadinya “Hipotensi Postural”. “Hipotensi Postural” adalah sebuah kondisi turunnya tekanan darah saat perubahan posisi dari berbaring ke posisi berdiri. “Hipotensi Postural” biasanya muncul akibat efek mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi.
Saat tekanan darah menurun, maka lansia dapat mengalami gelaja seperti pusing atau hamper pingsan, sehingga beresiko membuat lansia terjatuh. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan seperti cobalah bangun dari posisi berbaring ke berdiri secara bertahap. Jika Anda merasa baik-baik saja, Anda dapat melanjutkan untuk berdiri. Anda dapat mengulanginya dan duduk serta berdiri beberapa kali sebelum mulai berjalan. Tujuannya adalah untuk memompa tekanan darah agar tidak terlalu rendah dan dengan demikian resiko jatuh dan pingsan dapat dihindari. Rehidrasi sebanyak mungkin selama jam-jam antara buka puasa dan sahur.
Ada beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan oleh lansia saat berpuasa. Memang tak mudah bagi lansia untuk berpuasa, namun jika dipersiapkan dengan baik tentu beribadah puasa akan berjalan dengan lancar.
Baca Juga :
Seberapa Berbahayakah Cedera Ginjal Akut?
Nutrisi, dan Efek Samping yang Penting dari Telur Puyuh
10 Cara Memberi Pasangan Anda Ruang
Facebook Comments