Beberapa strategi diet yang digembar-gemborkan bisa menurunkan berat badanmu ternyata malah bisa berdampak sebaliknya. Jika kamu tidak berhati-hati, program dietmu malah bisa membuatmu menjadi tambah gendut. Apa saja yang harus kamu jauhi?

1. Gonta-ganti diet


Apakah kamu tipe yang suka mencoba diet-deit yang sedang tren? Jika demikian, maka kamu akan sering gonta-ganti diet dan tidak konsisten dengan program yang tengah kamu jalani.

Para pendiet yang tidak konsisten justru akan mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak diet sama sekali. Hal ini dikarenakan mekanisme survival otak. Dalam mode diet, otak kita akan menganggap restriksi kalori sementara sebagai kelaparan pendek. Dan ketika diet itu telah selesai, otak akan mensinyalkan tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak untuk berjaga-jaga jika kelaparan serupa terjadi di masa depan. Di sisi lain, mereka yang tidak melakukan diet akan memahami bahwa suplai makanan akan terus stabil sehingga otak tidak akan menyimpan lemak eksra untuk berjaga-jaga.

Karena itu, sebaiknya kamu memilih program diet dengan langkah-langkah kecil. Dengan menguasai satu perubahan kecil setiap waktunya, seperti memangkas kecanduan keripikmu atau mengganti sandwich dengan salad tiap makan siang, kamu akan pelan-pelan beradaptasi terhadap konsumsi kalori yang menurun.

2. Mengkonsumsi makanan fitness

Riset menunjukkan bahwa ketika sebuah makanan dipak dengan branding produk kebugaran (seperti protein atau granola bar) maka ini akan mendorong pendiet untuk makan lebih banyak ini dan semakin sedikit berolahraga. Bahkan, dalam penelitian, para pendiet akan tergoda oleh pencitraan sehat walaupun pada faktanya produk tersebut tidak demikian.

Walaupun produk-produk seperti ini bisa menjadi camilan atau pengganti makanan yang baik, mengasumsikan bahwa makanan ini bisa mendekatkan kita pada gol-gol penurunan berat badan adalah sebuah kesalahan. Banyak energy bar tidak memiliki protein atau serat yang cukup untuk membuat kita merasa kenyang dalam waktu yng lama. Bahkan, karbohidrat dan gulanya malah bisa melebihi dari panduan konsumsi kita saat diet.

3. Strategi diet yang mengandalkan fitness tracker

Apakah kamu tipe yang suka memakai smartwatch atau gelang kebugaran untuk melacak perkembangan-perkembanganmu? Kabar buruk. Penelitian menunjukkan bahwa pendiet yang melakukan ini mengalami perkembangan lebih sedikit dibanding mereka yang tidak mengandalkan teknologi untuk penurunan berat badan. Para ilmuwan masih belum yakin atas penyebab hal ini. Namun, sebaiknya jauhilah menghitung semua langkahmu dengan teknologi-teknologi pintar jika tak ingin program dietmu gagal.

4. Terlalu membatasi kalori

Jika kamu terlalu mengurangi kalorimu, metabolisme tubuhmu akan berubah drastis dan menjadi begitu lambat. Tubuhmu akan membakar kalori jauh lebih rendah dari orang-orang lain setiap harinya. Pada akhirnya, strategi diet ini justru akan berbalik menyerang. Memang, jika kamu ingin menurunkan berat badan puluhan kilo, kamu mungkin akan tergoda untuk dengan drastis memangkas habis kalorimu. Namun, untuk mencegah perlambatan metabolisme dan mood swing yang juga merupakan efek sampingnya, pangkaslah kalorimu perlahan-lahan, 100 kalori untuk setiap 5 kilogram yang kamu turunkan. Dan, jangan pernah memangkas kalorimu sampai kurang dari 1200 kalori tiap hari, ya. Ini bisa berbahaya buat organ dan sel tubuhmu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Efektif Berhenti Merokok Bagi Yang Sudah Sangat Kecanduan

Sudah bukan rahasia lagi jika rokok memberikan dampak