Meskipun hampir 450 juta orang di dunia memiliki masalah kesehatan mental berdasarkan data yang diderima oleh WHO, stigma yang menyelimuti masalah-masalah kesehatan mental susah hilang. Bahkan bagi para advokat kesehatan mental, seolah-olah setiap satu langkah maju yang berhasil dibuat, selalu saja ada dua langkah mundur yang membuat perkembangan mengenai advokasi kesehatan mental menjdi terhambat. Yang paling menyebalkan adalah ketika orang tuamu sepertinya memiliki masalah kesehatan mental tetapi tidak menyadarinya dan bahkan tidak menganggap hal tersebut nyata. Dalam hal ini, kamu harus berbicara dengan cara yang berhati-hati. Gunakan langkah-langkah berikut ini.

 

Miliki rencana

Sefrustrasi dan sekhawatir mungkin kamu terhadap orangtuamu, kamu tidak bisa begitu saja memaksakan bicara tentang kesehatan mental orangtuamu. Kamu tidak ingin mereka merasa terserang begitu saja. Ketika orang-orang merasa terdesak, mereka biasanya kabur atau marah. Coba posisikan dirimu ketika harus jadi pihak yang menerima nasehat yang tidak kamu cari. Banyak dari kita akan merasa emosi, marah, dan menjadi defensif.

Jadi, alih-alih bicara begitu saja tanpa rencana, sebaiknya kamu bersiap-siap mengenai apa yang kamu ingin sampaikan dan bagaimana caramu melakukannya.

Buat buku harian yang mendokumentasikan tingkah laku mereka

Jika kamu punya bukti dari inside yang terjadi mengenai kesehatan mental mereka, dengan tanggal dan waktu, orangtuamu akan merasa kesulitan berdebat denganmu. Bukti bahwa kamu mendokumentasikan insiden akan jadi lebih efektif daripada sekedar secara acak menyebut-nyebutkan hal yang mengganjalmu. Catatlah dengan penuh pertimbangan mengenai reaksi mereka terhadap insiden yang terjadi. Sebutkan detail seperti : membanting pintu, menangis, memecahkan gelas, dan lain-lain.

Bicara bersama profesional

Jadwalkan dulu pertemuan dengan seorang profesional kesehatan mental sendirian. Tujuanmu adalah belajar mengenai gangguan itu dulu sebanyak-banyaknya, baik mengenai depresi, kemarahan, mood swing, atau kecanduan obat-obatan terlarang. Bawalah buku harianmu. Mintalah nasehat mengenai bagaimana cara menanganinya. Bahkan jika kamu merasa kamu tahu apa masalah kesehatan mental yang dialami oleh orang tuamu, kamu tetap harus bicara dengan seorang profesional. Internet memang bisa membuka mata dan mengungkap banyak kebenaran, tetapi seorang profesional kesehatan mental bisa lebih dipercaya dibandingkan internet.

Lakukan riset mendalam

Cari secara lokal organisasi yang bisa mengurusi masalah-masalah kesehatan mental orangtuamu seperti alkoholisme, bunuh diri, depresi, atau penyalahgunaan obat-obatan. Jadi, ketika orangtuamu siap, kamu tidak harus mencari-cari sumber untuk membantu mereka, kamu sudah siap untuk memberikan apa yang diminta atau dibutuhkan orang tuamu.

Bicara dengan orangtuamu lainnya

Setelah kamu belajar sebanyak mungkin mengenai apa kemungkinan masalah orangtuamu dan bagaimana cara mengurusinya, coba renungkan apakah kamu bisa curhat kepada orangtuamu yang lain. Kadang, orang tuamu yang satunya bisa merasa penuh penyangkalan atau merasa tidak loyal jika membuat pasangannya kecewa. Namun, yakinkan bahwa jika ia peduli, ia seharusnya tidak menutup mata.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Hal Yang Perlu Diperhatikan Lansia Saat Berpuasa Ramadhan Agar Tidak Membahayakan (Bagian II)-end

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu dengan