Perpisahan adalah masalah yang sulit bagi semua orang. Tidak ada yang mengawali hubungan asmara dengan harapan akan putus di masa depan. Tidak ada orang yang menikah dengan harapan akan cerai di kemudian hari.

Ketika putus cinta, atau bercerai, emosi menjadi tidak terkendali. Stres yang dialami dapat berdampak pada kondisi tubuh juga. Tidak hanya kesehatan mental yang terganggu, tapi kesehatan fisik pun dapat terdampak karenanya.

Untuk mencari tahu apa yang mungkin terjadi pada tubuh setelah kamu putus cinta, simak daftar berikut:

  1. Gangguan kecemasan dan gangguan tidur

Manusia hidup di dunia ini sebagai makhluk sosial yang membutuhkan kontak dengan orang lain, terutama orang yang mereka cintai. Ketika kamu kehilangan kontak dengan orang yang kamu cintai, maka kamu akan mulai merasakan sakit. 

Kebutuhan akan kontak menjadi hilang dan hal ini membuat kamu mulai cemas. Studi ilmiah menunjukkan bahwa rasa sakit setelah patah hati atau putus cinta, dapat mengaktifkan bagian otak yang sama seperti rangsangan yang terjadi saat kecanduan narkoba. 

  1. Nyeri dada

Penelitian telah menunjukkan bahwa setelah putus cinta, orang akan menerima sinyal saraf yang terkait dengan rasa sakit fisik. Misalnya, sinyal ini dikirim saat orang menumpahkan minuman panas atau mengalami luka bakar. Nah, sinyal rasa sakit yang aktif di dalam otak kita akan berubah menjadi rasa sakit nyata. Dalam hal ini, orang yang patah hati bisa mengalami nyeri dada atau sakit pada organ hati. 

Tahukah kamu, bukan hanya hati nurani yang mengalami rasa sakit setelah putus cinta, tapi organ hati pun tidak bekerja dengan baik setelah perpisahan. Seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung bahkan memiliki risiko tidak dapat mengatasi stres. Hal lain yang mungkin terjadi pada orang yang putus cinta adalah aritmia atau serangan jantung.

  1. Masalah kulit

Selain fakta bahwa pada masa depresi seseorang cenderung kurang merawat dirinya sendiri, kondisi kulit seseorang pun akan semakin memburuk karena adanya hormon stres. Tekanan atau stres yang terlalu berat usai putus cinta, dapat membuat kondisi kulit menjadi buruk. Seseorang mungkin mengalami masalah jerawat dan bahkan mengalami rambut rontok.

  1. Nyeri otot

Dalam keadaan tertekan, orang lebih mudah mengalami cedera dari biasanya. Selain itu, karena gejala stres yang diderita usai putus cinta, seseorang mungkin akan mengalami kejang pada otot. Otot di dalam tubuh akan mengalami kontraksi sehingga menyebabkan nyeri di berbagai bagian.

  1. Kehilangan nafsu makan atau mengalami kenaikan berat badan

Setelah putus, banyak yang mengalami masalah nafsu makan. Namun dalam jangka panjang, putus cinta sering kali menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

Akibat stres, sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, dan tubuh mulai lebih banyak mengeluarkannya, sehingga hal ini dapat mempercepat penumpukan lemak. Penambahan berat badan juga kerap dikaitkan dengan insomnia dan kurangnya olahraga. 

Terakhir, stres dapat mengganggu saluran pencernaan, yang menyebabkan sakit perut dan diare.

Baca Juga :

Inilah 3 Hal yang Wajib Kamu Lakukan Setelah Putus Cinta. Biarkan Semua Menjadi Masa Lalu.

Abis Putus Cinta Susah Move On? Inilah Penyebabnya

Habis Putus Cinta? Yuk Nikmati Masa Single Kamu!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

9 Tanda Anda Terhubung Secara Emosional dengan Pasangan Anda

Terhubung secara emosional dengan pasangan memastikan hubungan yang