Mimpi buruk adalah fenomena umum yang kerap terjadi di kalangan anak kecil. Bahkan, orang dewasa pun masih kerap dihantui mimpi buruk.
Memiliki anak yang terus-menerus menangis atau sering lari ke kamar kamu di tengah malam bisa sangat melelahkan dan menjengkelkan bagi sebagian orang tua. Tetapi, memang tidak dapat dipungkiri bahwa hampir 50% anak-anak mengalami mimpi buruk. Olah karena itu, para ahli medis telah menemukan cara untuk membantu mencegah mimpi buruk pada anak dan bagaimana menanganinya.
Inilah 6 Hal yang harus dilakukan orang tua saat anak mengalami mimpi buruk :
- Bertemanlah dengan anak
Jika anak terus-menerus terbangun oleh mimpi buruk, mungkin ada beberapa bentuk trauma yang melatarbelakanginya. Meskipun awalnya orang tua hanya menanggapi ringan, seperti, “Jangan khawatir, itu cuma mimpi. Tidur lagi sana.” Tapi sebenarnya, cara yang lebih baik untuk membantu anak kamu mengatasi mimpi buruk adalah dengan memahami percakapan mereka.
Jadilah teman bagi anak kamu. Tanyakan apa yang membuat mereka takut. Tenangkan emosi mereka dan ingatkan mereka bahwa meskipun mimpi itu mungkin tampak nyata, semuanya akan baik-baik saja dan aman. Kata-kata yang dapat menenangkan hati anak adalah cara yang bagus untuk membantu menenangkan anak dan membuatnya kembali tidur.
- Singkirkan hal-hal yang membuat anak merasa takut
Terkadang, penyebab ketakutan anak bisa jadi karena sesuatu yang mereka temui atau mereka lihat, misalnya adegan film horor. Jika ini masalahnya, mungkin yang terbaik adalah menghindari hal tersebut. Jangan biarkan anak menonton film yang menyeramkan untuk sementara waktu.
Jika anak kamu melihat film dengan tema monster atau hantu, dan dia menjadi takut untuk tidur di malam hari atau takut kegelapan, maka kamu bisa pelan-pelan menjelaskan padanya bahwa monster itu tidak nyata. Kamu dapat membantu mereka dengan membuat lagu atau kata-kata untuk diucapkan, supaya anak tidak takut lagi pada monster atau hantu.
- Bantu anak kamu menghadapi ketakutan
Bantulah anak kamu agar terbiasa dengan lingkungannya. Misalnya, anak kamu takut pada boneka miliknya karena khawatir bonekanya akan hidup di malam hari. Nah, kamu bisa membiarkan dia melihat boneka itu lebih sering di siang hari, dan biarkan dia melihatnya sebelum tidur. Yakinkan anak kamu boneka itu tidak menakutkan. semua dan tidak lebih dari mainan. Sekali lagi, kata-kata yang menenangkan adalah kunci bagi anak untuk memahami bahwa mainan tersebut tidak akan membahayakan mereka.
- Buat jadwal tidur yang teratur
Memiliki rutinitas harian dan malam hari dapat mengurangi kemungkinan mimpi buruk bagi anak. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidur yang tidak teratur dan kurang tidur pada anak, dapat membuat anak berisiko mengalami mimpi buruk.
- Pancarkan energi positif sebelum tidur
Ketika seorang anak rileks, akan lebih mudah bagi mereka untuk tidur lebih nyenyak. Untuk membantu mereka tenang, singkirkan semua hal yang berisik dan menakutkan paling tidak 30 menit hingga 1 jam sebelum tidur. Sebagai gantinya, kamu bisa memainkan musik yang menenangkan, membaca buku cerita yang ceria, atau memainkan berbagai permainan papan dengan mereka, seperti puzzle, monopoli, ular tangga, dll.
Kegiatan yang menyenangkan akan memungkinkan anak kamu untuk rileks, baik secara fisik maupun psikis, sehingga mereka dapat tidur dengan nyenyak di malam hari tanpa mimpi buruk.
- Jangan ragu untuk menghubungi dokter
Meskipun ada sejumlah tindakan pencegahan untuk menangani anak-anak yang mengalami mimpi buruk, seperti yang sudah disebutkan di atas, tapi ada beberapa kasus di mana anak kamu mungkin butuh tindakan medis. Mimpi buruk dapat sering terjadi pada anak-anak yang mungkin memiliki masalah kesehatan mental atau memiliki trauma yang tidak diketahui oleh orang tua.
Baca Juga :
Alasan Mengapa Kamu Sering Mimpi Buruk di Tengah Pandemi COVID-19
Mengapa Kamu Mengalami Mimpi Buruk? Temukan Jawabannya di Sini!
Makanan Dapat Menyebabkan Mimpi Buruk? Untuk Lebih Jelasnya, Yuk Kita Lihat Sekarang
Facebook Comments