Di dunia modern ini, semakin banyak para wanita yang memilih untuk hidup lajang tanpa memikirkan tentang anak. Banyak pula pasangan suami istri yang tidak mendambakan kehadiran anak. Mungkin di Indonesia hal ini masih tergolong aneh, tetapi di luar sana hal ini sudah menjadi sesuatu yang biasa.
Berdasarkan sebuah penelitian, semakin cerdas seorang wanita, maka akan cenderung semakin besar kemungkinan dia untuk memilih hidup lajang, atau hidup tanpa memiliki anak. Meskipun mungkin beberapa dari kamu tidak setuju dengan hal ini, tapi kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa jumlah wanita yang memilih untuk hidup lajang dan tidak memiliki anak terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berikut adalah beberapa identifikasi tentang alasan mengapa muncul tren hidup lajang tanpa punya anak di kalangan para wanita dan mengapa mereka sangat tertarik mengikuti tren ini :

- Wanita yang memiliki anak cenderung sulit mendapatkan pekerjaan
Menurut sebuah penelitian, para ibu menghadapi banyak kerugian besar dalam hal bekerja setelah mereka mempunyai anak. Mereka mengalami kesenjangan upah dan dianggap kurang kompeten di tempat kerja. Sebaliknya, para pria ternyata tidak memiliki kekurangan yang berarti atau dampak negatif di pekerjaan bahkan setelah mereka menjadi ayah.
- Wanita yang memiliki anak cenderung lebih sering sakit
Tidak hanya para ibu tetapi para orang tua pada umumnya juga lebih rentan sakit jika dibandingkan dengan saat mereka masih belum memiliki anak. Menurut sebuah penelitian, orang tua memiliki risiko 3 kali lebih besar terkena penyakit setelah memiliki anak. Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa memiliki anak akan mengurangi umur seorang wanita hingga 95 minggu.
- Memiliki anak bisa membuat kehidupan rumah tangga menjadi semakin sulit
Pernikahan bukanlah hal yang mudah, dan memiliki anak setelah menikah akan menambah beban bagi para pasangan suami dan istri. Anak akan memunculkan berbagai ketegangan batu dalam hubungan. Menurut para ahli, setelah menjadi orang tua, tingkat kepuasan antar pasangan menjadi menurun dan hal ini sering kali membuat pasangan memutuskan untuk berpisah.
- Memilih hidup tanpa anak akan baik bagi bumi kita
Menyayangi dan merawat planet kita bisa dilakukan dengan berbagai aksi nyata, seperti mengelola sampah, membatasi penggunaan transportasi dan mengurangi polusi, atau mulai mengikuti pola makan nabati alias vegetarian dan vegan. Tapi, tahukah kamu? Ternyata gaya hidup dengan tidak memiliki anak adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk planet ini. Mengapa? Karena dengan hidup tanpa anak, kamu akan mengurangi tingkat karbon dioksida di dunia hingga 58,6 metrik ton.
- Tentu, hidup tanpa anak memiliki berbagai risiko dan para wanita sudah menyadari risiko ini
Hidup tanpa anak memang terlihat bebas dan terhindar dari stres berlebih, tapi bukan berarti hidup tanpa anak adalah pilihan yang tanpa risiko. Ketika kamu hidup tanpa anak, kamu mungkin tidak akan memiliki siapa pun di masa tua, tidak ada yang merawat kamu di usia senja nanti. Kamu juga mungkin akan melewatkan pengalaman bersama anak atau melihat anak tumbuh, yang menurut kebanyakan orang adalah perasaan terbaik di dunia.
Memiliki anak atau tidak memiliki anak, keduanya adalah pilihan hidup yang memiliki berbagai risiko. Ada kelebihan dan ada juga kekurangannya. Kamu bebas memilih apa yang terbaik bagi hidup kamu. Kamu adalah satu-satunya orang yang harus memegang kendali atas hidup kamu. Lakukan apa yang kamu inginkan dan jangan biarkan pandangan orang lain atau stereotip lain di masyarakat mengacaukan hidup ideal yang kamu impikan.
Hidup kamu adalah 100% milik kamu.
Kamu berhak menjalani hidup seperti apa pun yang kamu mau.
Baca Juga :
Inilah Alasan Mengapa Banyak Wanita Modern Tetap Melajang Selama Bertahun-tahun
Wanita Kuat Akan Memilih Lajang Daripada Menghabiskan Waktu untuk Kekasih yang Tidak Layak
Pria vs Wanita: Siapa yang Lebih Bahagia Menjadi Lajang?
Facebook Comments