Buat kamu yang sekarang berusia 20-30 tahun, tentunya sudah pernah berkencan dengan lawan jenis. Pernah ngga sih gaya kencan kamu dikomentari oleh generasi yang lebih tua? Terlebih lagi, teknologi sudah semakin maju yang membuat gaya kencan masa kini sangat berbeda dengan generasi yang terdahulu sebelum ada smartphone dan internet. Ternyata masih banyak kesalahpahaman terhadap kaum muda usia 20-30 tahun. Mulai dari suka gonta-ganti pasangan, anti sosial karena lebih sering sibuk dengan gadget nya masing-masing, dan tidak serius dalam memilih pasangan. Hmmm, apa iya?
Untuk membuktikan hal tersebut, sebuah situs kencan, Match mengadakan penelitian dengan responden usia 18 tahun ke atas. Sekitar 5.509 orang berpartisipasi dalam survey tersebut. Mau tahu bagaimana kebenaran dari mitos-mitos diatas?
1. Tidak serius dalam berkencan
Tuduhan bahwa muda-mudi sekarang hanya ingin berkencan tanpa menjalin hubungan serius ternyata salah! Sekitar 22% dari responden berharap bisa menjalin hubungan serius di tahun ini, sedangkan 44% berkata mereka terbuka terhadap kemungkinan hubungan menjadi serius. Angka ini membuat muda-mudi usia 20-30an 30% lebih ingin memiliki hubungan serius daripada generasi lainnya.
2. Aplikasi online dating hanya membuang waktu
Sering diprotes gara-gara mencari jodoh di situs kencan? Memang masih banyak yang berpendapat bahwa pasangan yang didapat dari situs kencan biasanya tidak akan berhasil karena hanya main-main. Padahal 40% dari responden berhasil mendapat pasangan melalui situs kencan, sedangkan hanya 22% responden mendapatkan pasangan melalui relasi dan teman. Memang berkenalan melalui situs kencan terkadang beresiko bertemu orang yang tidak tepat, tetapi setidaknya memiliki potensi yang lebih besar dari pada hanya menunggu dikenalkan teman.
3. Sangat aktif secara seksual
Sebenarnya generasi sekarang malah 51% lebih tidak tertarik dengan hubungan seksual. Bahkan untuk pasangan yang sudah menikah yang saat ini berada di rentang 20-30an juga lebih jarang berhubungan intim dari pada generasi orang tua mereka. Mungkin karena sudah banyak hobi-hobi dan kegiatan lain bersama pasangan yang bisa dilakukan, berhubungan intim tidak melulu menjadi tujuan saat berkencan. Disamping itu, berlawanan dengan stigma bahwa generasi sekarang lebih condong dengan gaya seks bebas tanpa ikatan, 40% dari responden masih berpendapat bahwa hubungan seks sebaiknya dibarengi oleh ikatan emosional dan hubungan yang lebih serius.
4. Gaya kencan virtual hanya untuk mereka yang putus asa
Kencan virtual sebenarnya sudah menjadi gaya hidup dengan berkembangnya situ-situ kencan di seluruh dunia. Dipengaruhi oleh kesibukan aktivitas dan kepraktisan, 53% dari responden memiliki profil di salah satu situ kencan bukan karena mereka sudah putus asa. Bahkan 40% dari mereka sempat menemukan pasangan yang cocok melalui situs kencan. Jadi kencan virtual lebih sekedar berupa opsi, dan bukannya harapan terakhir untuk mendapat pasangan.
Baca juga Tampil Super ‘Mahal’ Dengan 6 Trik Mudah dan Murah Ini Yuk
Facebook Comments